Cara Mendeksi Kebohongan

Siapapun pasti tidak suka saat dibohongi. Tapi, tidak dipungkiri juga kalau kita juga pernah atau bahkan suka berbohong. Nah, kali ini, World Entertainment akan membahas tentang cara mendeteksi kebohongan atau cara mengetahui orang berbohong. Pengetahuan ini sangat berguna bagi siapa saja, apakah itu guru, manajer, pengusaha, polisi, bahkan buat para youngers. Pengetahuan ini bisa membantu anda untuk mendeteksi kebohongan di sekitar anda.

Prinsip deteksi kebohongan ini adalah meninterpretasikan atau mengartikan sebuah sinyal-sinyal kecil yang dikeluarkan tubuh, baik itu bahasa tubuh, gerakan, dan isyarat-isyarat verbal yang mungkin mengindikasikan seseorang sedang melakukan kegiatan yang disebut Berbohong.

 

Berikut ini beberapa bahasa tubuh yang mungkin keluar dari orang yang tengah berbohong :

  • Ekspresi fisik akan terbatas dan kaku, dengan hanya sedikit  melakukan gerakan tangan ataupun kaki.
  • Seseorang yang berbohong biasanya akan menghindari kontak mata.
  • Tangan menyentuh wajah mereka, tenggorokan dan mulut. Menyentuh atau menggaruk hidung atau memegang belakang telinga mereka.
  • Biasanya seseorang yang berbohong akan terjadi delay antara kata-kata yang di ucapkan dengan ekspresi wajahnya. Misal seseorang mengatakan “Aku Menyukai ini!” saat menerima hadiah, dan baru kemudian tersenyum, biasanya mengindikasikan bahwa orang tersebut tengah berbohong. Beda dengan jika dia tersenyum sambil berkata “Aku Menyukai ini!”
  • Ekspresi tidak sesuai dengan pernyataan lisan, seperti mengerutkan kening ketika mengatakan “Aku mencintaimu.”
  • Ekspresi terbatas pada gerakan mulut ketika seseorang berpura-pura emosi (seperti senang, terkejut, kagum sedih) bukannya seluruh wajah. Sebagai contoh, ketika seseorang tersenyum secara alami, maka biasanya seluruh bagian wajah akan ikut terlibat (lihat gambar ilustrasi di bawah)

cara mengetahui orang berbohong

  • Seseorang bersalah atau berbohong akan cenderung diam, pasif dan defensif. Orang yang tidak bersalah akan sering melawan.
  • Seorang yang berbohong tidak nyaman menghadapi penanyanya dan biasanya sering memalingkan wajah atau menjauh jika bertemu dengan orang yang dia bohongi.
  • Seorang yang berbohong mungkin secara tidak sadar menempatkan benda-benda (buku, cangkir kopi, dll) antara dirinya dan Anda.
  • Seorang pembohong akan menggunakan kata-kata Anda untuk membuat menjawab pertanyaan. Ketika ditanya, “Apakah Anda memakan kue itu?” Jawaban pembohong, “Tidak, saya tidak makan kue itu.”
  • Orang yang berbohong terkadang menghindari “berbohong” dengan tidak membuat pernyataan-pernyataan langsung. Mereka menyiratkan jawaban bukannya menyangkal sesuatu secara langsung.
  • Orang yang bersalah bisa berbicara lebih dari alami, menambahkan rincian yang tidak perlu untuk meyakinkan Anda … mereka tidak nyaman dengan diam atau jeda dalam percakapan.
  • Seorang pembohong mungkin berbicara dengan nada monoton.
  • Jika Anda percaya seseorang berbohong, kemudian mengubah topik pembicaraan dengan cepat, biasanya orang yang berbohong akan menjadi senang dan menjadi lebih santai. Pembohong ingin subjek pembicaraan berubah, orang yang tidak bersalah bisa jadi bingung oleh perubahan mendadak pada topik pembicaraan dan akan ingin kembali ke topik sebelumnya.
  • Pembohong bisa juga menggunakan humor atau hal-hal lucu untuk menghindari subjek pembicaraan, dan berusaha membelokkan arah pembicaraan.

Namun jika anda menemukan hal-hal di atas, bukan berarti bahwa orang tersebut berbohong. Kita tidak bisa begitu saja menentukan seseorang berbohong atau tidak karena banyak faktor lain yang bisa saja membuat point-point diatas hadir. Namun tidak disanksikan bahwa jika ada beberapa point di atas, Anda bisa menduga bahwa orang tersebut tengah melakukan kegiatan berbohong.

Bohong adalah hal yang sangat rumit, namun saat orang sudah pandai berbohong, kebohongan itu akan berubah menjadi kenyataan bagi dirinya. Kebanyakan para ahli sepakat bahwa kombinasi bahasa tubuh dan isyarat lain harus digunakan untuk membuat dugaan tentang apakah seseorang mengatakan kebenaran atau kebohongan.

 

Sumber: http://www.poztmo.com/2011/09/cara-mendeteksi-kebohongan.html

Diakses pada tanggal 2 Desember 2011 pukul 17.53 WIB

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: