Si Kembar Beda Kelas? Bisa Berdampak Negatif!

Si Kembar Beda Kelas? Bisa Berdampak Negatif Lho

Sepasang anak kembar yang tidak ditempatkan dalam satu kelas selama mengikuti pendidikan memiliki dampak negatif, berupa penurunan prestasi masing-masing individu ketimbang saat mereka ditempatkan dalam satu kelas. Demikian kesimpulan penelitian yang diterbitkan Journal of Epimology and Community Health, baru-baru ini.

Disebutkan pula dalam jurnal tersebut, memisahkan individu kembar ketika memasuki usia sekolah bukanlah ide yang bagus. “Penempatan kelas untuk si kembar harusnya berdasar pada kebutuhan keluarga si kembar, dengan disertai konsultasi bersama guru, orang tua dan si kembar sendiri,” tutur Tinca Polderman, peneliti asal Universitas Amsterdam, Belanda seperti dilansir Reuters, Kamis (17/12).Meski begitu, para peneliti rupanya mengalami dilema, mengingat kelahiran kembar semakin tinggi setiap tahunnya.

Sejauh ini, tiga riset terakhir menunjukan, pemisahan kembar saat mengenyam pendidikan berefek negatif terhadap perkembangan psikologis masing-masing individu dan akhirnya mengarah pada depresi dan rasa gelisah berlebih.

Guna menyakinkan apa yang telah ditemukan dalam riset sebelumnya, peneliti segera menjaring 839 kembar identik dan 1.164 kembar non identik dengan rentang usia 3 hingga 12 tahun.

Dari keseluruhan kembar yang terjaring dalam penelitian tercatat 72% kembar ditempatkan dalam satu kelas, 19% berada pada kelas pararel (tergantung studi yang diambil), 9% kembar satu kelas dari beberapa studi yang diambil dan 16% kembar mengalami perpindahan pola belajar yang semula sekelas menjadi kelas pararel.

Hasilnya, dengan mengacu pada status ekonomis orang tua, peneliti menemukan fakta bahwa si kembar yang hidup dalam keluarga pra sejahtera cenderung mengalami prilaku agresif ketika dipisahkan. Namun, peneliti tidak menemukan masalah pada kembar yang berusia 12 tahun (kelas 8 SD).

Hasil itu tidak memuaskan Polderman dkk, terlebih riset mengacu pada status sosial ekonomi orang tua si kembar.

Meski begitu, peneliti menambahkan, tidak ada alasan untuk memisahkan selama si kembar sedang menginjakan kaki di pendidikan dasar yang berbasis peminatan studi.

“Pilihan untuk memisahkan si kembar harus diputuskan guru, orang tua, dan si kembar, dengan berdasar pada karakteristik si kembar,” tulis peneliti.

Redaktur: cr2/rin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: