3 Do’a 3 Cinta

 

JUDUL: 3 DO’A 3 CINTA
SUTRADARA: NURMAN HAKIM
TAHUN: 2008
DURASI: 120 menit

Walau di Indonesia banyak film berlatar Islam, tidak banyak film yang mengambil cerita seputar kehidupan di dalam sebuah pesantren. 3 Do’a 3 Cinta berusaha membuka cakrawala penonton akan apa saja yang mungkin terjadi dalam sebuah lembaga pendidikan tradisional, termasuk kehidupan para penghuninya.

Alkisah terdapat tiga orang sahabat, yang sudah menjadi murid pesantren selama beberapa tahun lamanya: Huda, Rian dan Syahid. Setiap tanggal 1 Muharram mereka menuliskan target tahun baru Islam di dinding halaman belakang sekolah. Pada tahun terakhir ajaran, Huda (Nicholas Saputra) ingin mencari ibundanya yang sudah lama tak bertemu. Rian (Yoga Pratama) ingin meneruskan usaha foto studio milik almarhum ayahnya, sedangkan Syahid (Yoga Bagus) ingin mati syahid, sebagaimana namanya.

Penonton diajak mengikuti ajaran Islam sang kyai yang terhitung moderat. Beliau menanamkan ajaran Islam yang penuh damai dan toleransi. Sedikit berbeda dengan kelompok ‘pengajian’ di lingkungan dekat, dimana sang kyai sana mengajarkan Islam aliran keras. Sekali waktu ketiga sahabat sempat mengikuti materi kuliah, namun belakangan hanya Syahid yang tergerak rajin mengikutinya.

Ketiga sahabat ini sering diam-diam menyelinap pergi berbaur dengan masyarakat sekitar di malam hari. Tentu saja tanpa sepengetahuan sang kyai. Dalam sebuah pasar malam Huda terkesima menyaksikan aksi panggung Donna (Dian Sastrowardoyo). Rian tertarik melihat pertunjukan film layar tancap. Sedangkan Syahid lebih memilih ikut ‘kuliah malam’ kyai aliran keras. Rian mengagumi cara kerja proyektor film dan tertarik untuk mempelajarinya. Kelak Huda bertemu Donna di sebuah kompleks pemakaman, dimana Donna sedang mengunjungi makan almarhumah ibunya. Karena Donna pernah tinggal di Jakarta, Huda minta tolong bantuan Donna untuk mencarikan jejak ibundanya.

Drama film dibangun dengan apik, sederhana, cermat, dan didukung akting memikat para pemerannya. Nicholas sangat bagus memerankan pemuda pesantren berusia 18 tahun, yang jujur dan lugu. Dian pun memerankan penyanyi dangdut dengan baik sekali. Justru pada saat ia tampil preman tidak begitu meyakinkan. Kurang genit.

Berbagai kisah sempalan seputar pesantren disajikan dengan singkat, namun bermakna. Saksikan bagaimana Syahid berduka akan penderitaan ayahnya di rumah sakit. Ia terpaksa menjual tanah milik satu-satunya dengan harga murah kepada orang asing. Syahid melihat pembelinya sebagai musuh Islam yang pantas dimusuhi. Rian kecewa dengan keputusan ibunya untuk menikah lagi. Huda berduka mendapati ibundanya hidup sebagai pelacur di Jakarta dan sudah wafat setahun sebelumnya.

Penonton masih disuguhi dengan berbagai adegan kocak dan menyentuh lainnya. Misalnya praktek homoseksual antar murid santri, kesetiakawanan ketika teman yang lain terkena hukuman, dan lainnya. Semua dijalin dengan rapi dan teliti. Film mencapai puncaknya ketika pesantren dituduh pihak berwajib sebagai tempat menggembleng ajaran Islam terorisme. Sang kyai dan ketiga sahabat terpaksa mendekam di penjara.

Beberapa tahun kemudian mereka kembali reuni ketika Huda melangsungkan pernikahan dengan Farokah, putri Kyai dan meneruskan kepemimpinan pesantren. Rian memulai usaha video shooting nya, dan Syahid dibebaskan dari penjara karena terbukti tak bersalah. Adegan ditutup dengan peristiwa hancurnya dua menara World Trade Center di kota New York, USA, tahun 2001.

Pada akhirnya ketiga do’a tentang cinta dari ketiga sahabat terjawab sudah.

_________

Sumber: http://cakrawala-senja.blogspot.com/2009/01/3-doa-3-cinta.html

Diakses pada tanggal 5 Januari 2012 pukul 15.18 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: