Berbahagialah Orang yang Mengerti Kelemahan Dirinya

Bismillahirrohmanirrohim

 

Anak Adam adalah makhluk yang lemah, serba kekurangan, dan menjadi tempat kesalahan, demikianlah fakta yang dijumpai bila setiap orang jujur akan hakikat dirinya, ia lemah dari semua sisi : tubuhnya, semangatnya, keinginannya, imannya, dan lemah kesabarannya.

 

Terkadang kelemahan ini menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam perbuatan dosa dan maksiat. Menzholimi diri sendiri, orang lain, bahkan menzholimi Alloh Ta’ala, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala berkata :

 

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

 

“Sesungguhnya Kami telah tawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka kawatir akan mengkhianatinya, dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zholim dan bodoh.” (QS. Al Ahzab : 72).

 

Banyak sekali sebab yang mendorong manusia untuk berbuat kesalahan atau kemaksiatan, terkadang dorongan itu datang dari dalam diri sendiri dan terkadang dari luar, berbahagialah orang yang mengerti kelemahan dirinya.

 

Abu Ad-Darda’ rodhiyallohu anhu berkata:

“Termasuk wujud ilmunya seorang hamba adalah dia mengetahui imannya bertambah atau berkurang dan termasuk dari barokah ilmunya seorang hamba adalah dia mengetahui darimana syaithon akan menggelincirkannya.” (lihat Asbab Ziyadatul Iman, hal. 10).

 

Diantara ciri-ciri kebahagiaan dan kemenangan seorang hamba adalah apabila ilmu pengetahuannya bertambah, bertambah pula kerendahaan hati dan kasih sayangnya.

 

Setiap bertambah amal-amal sholih yang dilakukannya, bertambah pula rasa takut dan kehati-hatiannya dalam menjalankan perintah Alloh Ta’ala, semakin bertambah usianya, semakin berkuranglah ambisi-ambisi keduniaannya.

 

Ketika bertambah hartanya, bertambah pula kedermawanannya dan pemberiannya kepada sesama.

 

Jika bertambah tinggi kemampuan dan kedudukannya, bertambahlah kedekatannya pada manusia dan semakin rendah hati kepada mereka.

 

Sebaliknya ciri-ciri kecelakaan adalah tatkala bertambah ilmu pengetahuannya, semakin bertambah kesombongannya. Setiap bertambah amalnya, kian bertambah kebanggaannya pada diri sendiri dan penghinaannya pada orang lain.

 

Semakin bertambah kemampuan dan kedudukannya, semakin bertambah pula kesombongannya.

 

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian siang dan malam terdapat tanda bagi orang-orang yg memiliki akal”

 

Wallohu a’lam.

_________

Sumber: http://jihadsabili.wordpress.com/category/uncategorized/

Diakses pada tanggal 6 Januari 2012 pukul 13.54 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: