Rahasia Tawa Hyena

Para ilmuwan mengklaim telah berhasil memahami arti di balik suara tawa yang dihasilkan hyena. Suara itu, menurut para ilmuwan, mengandung imformasi penting soal status sang hewan.

Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMC ekologi, Selasa (30/1), untuk memecahkan suara hyena yang kerap disebut tawa hyena itu, para ilmuwan meneliti perbedaan suara ‘tawa’ itu yang menunjukkan usia si hyena. Lebih dari itu, variasi frekuensi suara tersebut juga memberikan informasi soal status seekor hyena dalam kelompoknya.

Profesor Frederic Theunissen dari Universitas California Berkeley, Amerika Serikat (AS) dan Profesor Nicolas Mathevon dari Universitas Jean Monnet St Ettiene, Prancis, bekerja sama meneliti 26 ekor hyena di lokasi penelitian di Berkeley.

Kedua profesor ini kemudian merekam suara hewan ini dalam berbagai interaksi sosialnya. Misalnya saat para hyena berebut makanan dan kemudian menentukan elemen suara yang digunakan hyena untuk menunjukkan sesuatu.

Tahun lalu, para peneliti telah mempublikasikan sebagian hasil penelitian ini. Dan saat ini, mereka memastikan suara hyena menunjukkan usia hewan itu, sementara variasi frekuensi suara menunjukkan seberapa dominan seekor hyena di dalam kelompoknya.

“Suara tawa hyena memberi petunjuk soal kedudukan sosial seekor hyena. Status inilah yang memungkinkan seekor hyena memiliki hak makan dan mampu mengorganisasi kegiatan pencarian makanan,” cetus Profesor Theunissen.

Hyena tutul (Crocuta crocuta) pada umumnya adalah binatang malam, hidup berkelompok dengan jumlah antara 10 hingga 90 ekor. Sekelompok hyena kadang berburu bersama, namun di dalam kelompoknya mereka saling bersaing berebut hasil buruan mereka. Namun, dalam kelompok hyena tutul, seekor betina bisa sangat dominan di antara para pejantan berapa pun usia sang betina.

Hasil penelitian profesor Theunissen dan Mathevon menyimpulkan hyena menunjukkan status sosial mereka melalui suara ‘tawa’-nya yang mereka buat saat berebut makanan.

Sebelumnya, suara hyena hanya dianggap sebagai sebuah komunikasi sederhana, namun penelitian terbaru ini menunjukkan secara tepat bahwa seekor hyena bisa menghasilkan suara tertentu dalam situasi tertentu juga.

Informasi yang diperoleh melalui suara ‘tawa’ itu merupakan pesan penting terutama bagi pejantan baru di kelompok itu, sehingga mereka secara otomatis menduduki posisi terbawah dalam hierarki kelompok.

Suara ‘tawa’ ini juga memungkinkan hyena mengumpulkan sekutu, misalnya saat satu atau dua ekor hyena membutuhkan bantuan saat berebut makanan melawan seekor singa.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: