Pelajaran dari Kisah Sebatang Pohon Pear

 

Ada seorang pria yang memiliki empat orang anak. Dia ingin anak-anaknya belajar untuk tidak menghakimi hal-hal yang terjadi dalam hidup dengan cepat. Maka ia mengutus mereka masing-masing melakukan suatu perjalanan untuk pergi dan melihat sebuah pohon pir besar yang terletak pada jarak yang cukup jauh.

https://i1.wp.com/www.cartinafinland.fi/en/imagebank/image/64/64302/Common+Pear+tree+-+pear+hangs+from+the+pear+tree+64302.jpg

Anak yang pertama pergi pada musim dingin, yang kedua pada musim semi, yang ketiga pada musim panas, dan anak bungsu pada musim gugur.

Setelah mereka semua pergi dan telah pulang kembali, sang pria memanggil mereka bersama-sama untuk menggambarkan apa yang mereka lihat tentang pohon itu.

Anak pertama mengatakan bahwa pohon itu jelek, membungkuk, dan terlihat seperti dipelintir.

Anak kedua mengatakan tidak benar pohon itu seperti yang dikatakan anak pertama, melainkan pohon itu ditutupi dengan banyak kuncup-kuncup hijau yang penuh akan harapan.

Anak ketiga juga tidak setuju, dia bilang pohon itu sarat dengan bunga yang mengeluarkan wangi-wangian yang harum dan terlihat sangat indah, itu adalah hal yang paling anggun yang pernah dilihatnya.

Anak terakhir tidak setuju dengan semua perkataan mereka, ia mengatakan bahwa pohon itu matang dan penuh dengan buah-buah yang dipenuhi kehidupan dan kepuasan.

Pria itu kemudian menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa apa yang dikatakan mereka semuanya benar, karena mereka hanya melihat hanyalah satu musim dalam kehidupan sang pohon.

Kisah ini mengandung nasehat, bahwa anda tidak bisa menilai seseorang, dengan hanya melihat satu musim saja. Inti dari kehidupan ini yaitu siapakah mereka, kesenangan, sukacita, dan cinta yang datang dari hidup ini hanyalah dapat diukur di akhir kehidupan, ketika semua musim sudah berlalu.

Sumber

Satu Tanggapan

  1. i love your blog, i have it in my rss reader and always like new things coming up from it.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: