Cetak Pribadi Tangguh Dengan Sepak Bola

Cetak Pribadi Tangguh Dengan Sepak Bola

Mendidik anak menjadi pribadi yang tangguh tidak hanya cukup dengan nasihat dan nilai kehidupan secara verbal. Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda satu sama lainnya, maka orang tua harus jeli melihat kemampuan anak agar bisa diarahkan pada hal yang lebih positif.
Bayak cara yang dapat dilakukan orang tua untuk mendapatkan anak dengan kemampuan baik membantu anak menjadi pribadi yang tangguh. Salah satunya dengan permainan sepak bola. Olah raga yang digemari oleh masyarakat mulai bawah hingga atas di seluruh belahan dunia ini dapat mengajari anak menjadi lebih tangguh.

Pelatih sepak bola anak dari klub sepak bola Soccer Schools Indonesia (SSI) Arsenal , Marco G Paulo mengatakan perkembangan jiwa anak didiknya setelah mengikuti latihan sepak bola mengalami perubahan yang signifikan.

“Saya punya anak didik yang sangat terjaga kebersihannya dan di keluarganya pun sangat dijaga sekali. Anak tersebut pada awal latihan tidak pernah mau duduk di rumput. Ketika diberi tahu bahwa bermain bola tidak boleh takut kotor akhirnya anak tersebut tidak pernah lagi takut untuk duduk di rumput,” papar pria yang akrab disapa Paulo. Pembentukan mental sangat terlihat disini imbuhnya.

Selain itu Paulo mengatakan sepak bola tidak hanya mampu membentuk anak menjadi anak-anak berani dan rendah hati tapi juga melatih mereka untuk bersosialisasi dengan baik. Dalam sepak bola, menurut Paulo kerja sama tim sangat diperlukan untuk mencapai kemenangan. Dengan begitu mereka harus mengenal teman-temannya dengan baik. Hal ini juga membantu anak untuk tidak manja, bergerak cepat dan tanggap.

“Mereka harus berjuang bersama, tidak saling bergantung tapi bekerja sama. selain itu stretegi juga sangat diperlukan,” ungkapnya.

Ditegaskan oleh Paulo bahwa sepak bola bukan sekedar lapangan dan bermain tapi pelajaran hidup yang sangat berharga. Para pemain dididik untuk displin, sportif dan berjuang keras. Sportif dalam sepak bola dijelaskan oleh Paulo tidak sekedar menerima kekalahan dan berujung pada satu kata yaitu ‘nasib’, sportif dalam sepak bola berarti menerima kekalahan dengan bijaksana.

“Ketika kalah, tidak lantas sampai pada ujung sebuah penerimaan tapi menjadi awal kerja keras lagi. itulah yang dimaksud dengan winning spirit,” imbuh pria yang gemar sepak bola sejak kecil ini.

Dengan bermain sepak bola kemenangan memang tujuan tapi lebih dari itu Paulo mengatakan sepak bola dapat membuat orang menjadi bijaksana dan cerdas dan berfikir dan bersikap. Terbiasa dilapangan dan ditempa dengan berbagai bentuk latihan, lapangan ternyata tidak hanya mencetak pemain profesional tapi juga pribadi yang tangguh.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: