Tips Aman Transaksi Via Internet

Sehubungan dengan pekerjaan yang ekstra sibuk, tidak punya waktu untuk keluar sebentar dari kantor atau tempat kita bekerja untuk membeli produk yang kita inginkan, terkadang internet menjadi pilihan utama sebagai solusi atas masalah tersebut.

Ya, internet menjadi lahan yang menjanjikan untuk kita, sebagai konsumen maupun sebagai produsen yang memasarkan produk via internet. Kesempatan ini tidak sedikit digunakan sebagai lahan subur ajang penipuan. Sehingga tidak sedikit konsumen yang tertipu, kecewa, kesal, marah, dan sebagainya karena menjadi mangsa penipuan berkedok jual produk, jasa, dan lain-lain. Saya pun pernah mengalami hal tersebut.

Berangkat dari pengalaman buruk yang begitu berharga ini, saya bermaksud membaginya kepada pembaca sekalian, agar hal serupa tidak terulang dan pastinya tidak terjadi kepada Anda. Berikut tips aman bertransaksi via internet ala Abu Syauqi Tamim:

  1. Perhatikan alamat situsnya, apakah situs gratisan, seperti blog pada umumnya, atau hosting yang berbayar, biasanya tanpa embel-embel blog seperti http://www.abusyauqitamim.com (contoh). Kalau hosting yang berbayar, tentunya ada syarat-syarat yang harus dipenuhi dan tentunya harus mengeluarkan dana. Kalau sekedar iseng untuk nipu, seseorang harus berfikir dan bekerja keras untuk memenuhinya.
  2. Jangan mudah terpengaruh oleh layanan penjualan barang bermerek yang dijual murah. Penipu selalu menggunakan merek terkenal sebagai pemanis agar barangnya diminati, apalagi kalau barang bermerek yang dijual murah sekali, tentunya kita akan tergiur. Hati-hatilah Saudaraku, karena itulah salah satu cara mereka menipu kita.
  3. Eksplorasi situs tersebut, perhatikan setiap komen yang ada, adakah komplain dari konsumen. Beberapa situs biasanya tidak menyediakan layanan komen, takut kali ya.
  4. Pastikan Anda menggunakan jasa rekening bersama (broker/perantara) sebagai pihak ketiga yang menjadi perantara antara Anda dan penjual. Sekalipun Anda sudah mengenal dengan baik si penjual, maklum manusia terkadang khilaf kalau liat uang. Satu hal yang harus Anda cermati, penipu tidak akan pernah berhenti sampai Anda mengirimkan uang ke reningnya. Tidak ada alasan pembayaran di muka yang dapat dibenarkan sebelum Anda benar-benar menerima pesanan Anda.
  5. Pastikan di situs tersebut tercantum alamat lengkap dimana lokasi toko online berada berikut nomor kontak yang dapat dihubungi. Kalau perlu, Anda minta bantuan kepada saudara, teman atau kenalan Anda yang kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan lokasi toko online tersebut atau seseorang yang mungkin dapat membantu Anda memastikan bahwa benar ada toko dengan nama dimaksud yang beralamat sesuai alamat yang tercantum.
  6. Cek via google atau mesin pencari yang lain apakah situs tersebut termasuk situs yang diblacklist oleh konsumen karena penipuan atau pelayanan yang kurang baik. Dalam hal ini, Anda juga saya sarankan untuk mendiskusikan situs tersebut melalui blog atau situs terpercaya, mungkin saja ada diantara sahabat bloger yang pernah berurusan dengan situs tersebut, silahkan tanya pendapatnya.
  7. Kalau barang dikirim via jasa pengiriman barang apa saja, minta nomor pengiriman barang atau nomor resi. Cek via situs jasa pengiriman barang tersebut, apakah betul nomor resi tersebut ada dalam daftar pengiriman barang atau tidak.
  8. Apabila barang sudah Anda terima, pastikan bahwa barang tersebut dalam kondisi yang baik dan sesuai dengan pesanan Anda. Jika barang tidak sesuai dengan pesanan, hubungi pihak penjual dan sampaikan keluhan Anda juga kepada perusahaan jasa pengiriman barang yang Anda pakai.
  9. Yang saya tahu, sampai detik ini belum ada satupun Undang-undang ITE yang mengatur tentang kejahatan cyber. Jadi, kalau Anda tertipu karena melakukan transaksi via internet, tanpa ada surat perjanjian yang sah, maka hukum positif di negara kita Indonesia tidak dapat menyelesaikan kasus Anda.

Ingatlah, bahwa penipuan itu sangat lumrah dilakukan, mengingat kehidupan di Indonesia yang semakin sulit, sementara harga kebutuhan pokok terus meningkat, belum lagi untuk mengimbangi gaya hidup manusia masa kini hedon, terkadang menyebabkan seseorang buta, mana yang benar mana yang salah, mana yang haram mana yang halal. Ditambah lagi penganguran yang semakin merajalela, bobroknya akhlak dan moral pun turut berperan dalam hal ini.

Semoga bermanfaat

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: