Pesan Moral dalam Film Kung Fu Panda

Kung Fu Panda adalah sebuah film animasi Amerika Serikat yang dirilis pada tanggal 6 Juni 2008. Film ini disutradarai oleh Mark Osborne dan John Stevenson. Pengisi suara dalam film animasi ini antara lain ialah Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Lucy Liu, Seth Rogen, David Cross, Ian McShane, dan Jackie Chan.

Kisah ini diceritakan di Valley of Peace, tanah fiksi di China kuno yang dihuni oleh hewan antropomorfik. Po (Jack Black), seorang yang kikuk, gemuk, adalah maniak kung fu yang mengidolakan Furious Five – Tigress (Angelina Jolie), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu), dan Crane (David Cross) – sebuah grup kung fu master dilatih oleh Master Shifu (Dustin Hoffman) untuk melindungi Valley of Peace. Karena dia bekerja di rumah makan mie milik ayahnya,Ping (James Hong)Po tidak mampu untuk mencapai impiannya menjadi master kung fu .

Suatu hari, mentor Shifu, Master Oogway (Randall Duk Kim), memiliki firasat bahwa mantan murid Master Shifu dan anak angkatnya,Tai Lung (Ian McShane), akan melarikan diri dari penjara dan kembali ke Valley of Peace untuk membalas dendam karena menyangkal Dragon Scroll, yang dikatakan untuk memegang rahasia kekuatan tak terbatas. Shifu mengadakan turnamen kung fu untuk Furious Five sehingga Oogway dapat mengidentifikasi Legendary Dragon Warrior , salah satu master kung fu layak menerima Dragon Scroll dan mampu mengalahkan Tai Lung. Dipaksa untuk mengambil gerobak mie ke turnamen, Po tiba setelah pintu dekat arena turnamen dan tidak dapat masuk. Putus asa untuk melihat Dragon Warrior dipilih, Po mengikat dirinya di sebuah kursi dan menyalakan seperangkat kembang api di bawah kursi dan meluncur ke langit. Po terhantam ke tengah arena pada saat Master Oogway menunjuk Dragon Warrior. Untuk mengejutkan semua yang hadir, Master Oogway memilih Po, tampaknya secara tidak sengaja.

Tidak mau percaya bahwa panda gemuk yang besar bisa menjadi Dragon Warrior, Master Shifu berusaha menyingkirkan Po dengan mencaci-maki dan mengejek dia di pelatihan dengan Furious Five, yang juga Po diolok-olok karena kurangnya keterampilan dalam kung fu. Setelah menerima dukungan dari Master Oogway, bagaimanapun, Po bertahan pelatihan melelahkan. Sementara itu, Tai Lung keluar dari penjara sebagaimana yang diramalkan oleh Master Oogway, yang membuat Master Shifu untuk melatih Po . Masih tidak dapat memahami dasar-dasar kung fu, Po putus asa bahwa ia tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkan Tai Lung. Shifu, bagaimanapun, menemukan bahwa Po mampu prestasi fisik mengesankan ketika termotivasi oleh makanan. Menggunakan makanan sebagai penguat positif, Shifu berhasil melatih Po untuk memasukkan prestasi ini menjadi sebuah gaya fu kung sementara belum berlaku efektif.

Sementara itu, Furious Five ditetapkan untuk menghentikan Tai Lung sendirian. Shifu memutuskan Po siap menerima Dragon Scroll, tetapi Dragon Scroll tidak ada tulisan apapun. Dalam keputus asaan, Shifu menyuruh Po dan Furious Five untuk mengevakuasi lembah. Po kesal menemukan ayahnya yang, dalam upaya untuk menghiburnya, mengungkapkan bahwa bahan rahasia untuk terkenal “sup bahan rahasia” nya,tidak ada bahan rahasia apapun. Menyadari bahwa konsep ini seprti Dragon Scroll, Po kembali ke Istana Jade untuk menghadapi Tai Lung, yang telah mencapai Istana dan hampir membunuh Shifu. Po terbukti menjadi tantangan berat bagi Tai Lung ketika ia mencoba untuk melindungi Dragon Scroll. Meskipun Dragon Scroll akhirnya jatuh ke dalam genggaman Tai Lung, ia tidak dapat memahami atau menerima makna simbolis, dan akhirnya Po mengalahkan dia menggunakan Wuxi Finger Hold. Po dipuji oleh penduduk Valley of Peace dan mendapatkan rasa hormat dari Furious Five, yang sepenuhnya mengakui dia sebagai master kung fu sejati.

Sumber

Dalam film Kung Fu Panda ini, terdapat beberapa pesan moral yang sangat berharga, antara lain:

1. The secret to be special is you have to believe you’re special.

Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe.

2. Teruslah kejar impianmu.
Po , panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3. Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.
Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po. Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya. Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan cara dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain. Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan.

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.
Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan nyaris kehilangan nyawanya. Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu. Baru-baru ini saya bertemu seorang ibu yang selama 14 tahun masih sibuk membohongi diri bahwa anaknya tidak autis. Ia lebih senang berkonsultasi dengan orang yang tidak ahli di bidang autistik. Mendeskreditkan pandangan ahli-ahli di bidang autistik. Dengan sengaja memilih terapis yang tidak kompeten, agar bisa disetir sesuai keinginannya. Akibatnya proses terapi 11 tahun tidak membuahkan hasil yang signifikan. Ketika kita punya image yang keliru, kita akan melangkah ke arah yang keliru.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7. Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

Sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: