Kehati-hatian Umar bin Abdul Aziz

Hari itu cuaca teramat panas, matahari memancar terik sejak pagi, anak Khalifah Umar bin Abdul Azis yang paling bungsu sehabis bermain sejak pagi berasa sangat lapar lalu meminta makanan daripada ibunya. Tetapi ketika itu isteri Khalifa, Fatimah belum memasak sesuatu apapun.

“Pergilah berjumpa dengan ayahmu di baitulmal, mungkin dia dapat memberikan kamu sesuatu yang dapat dimakan,” kata Fatimah.

Anak itupun berlari lari riang dan lucu mencari ayahnya. Ketika itu ia melihat ayahnya Khalifah Umar bin Abdul Azis masih bersama beberapa orang pegawainya untuk menimbang sejumlah buah apel untuk dibagikan kepada mereka yang layak menerimanya.

Tiba tiba masuk seorang buah hati Khalifah yang kecil itu menuju tumpukan buah apel, lalu mengambil sebuah apel dari tumpukkan dan lalu hendak memakannya. Khalifah Umar bin Abdul Azis melihat anak kesayangannya mengambil dan khalifah segera merebut paksa buah apel itu dari mulut anaknya hingga buah hatinya menangis lalu berlari pulang ke rumahnya.

“Wahai Amirul Mukminin, anakmu itu sedang lapar, toh kita masih mempunyai stok banyak buah apel untuk diberikan kepada orang banyak, sekiranya hilang satu buah, tentu tidaklah menjadi kerugian,” kata Sahal, adik Khalifah Umar bin Abdul Azis yang turut berada dan menyaksikan kejadian tersebut.

Sahal,  tidak sampai hati melihat keponakannya yang sedang lapar itu menangis ketika sebuah apel yang hendak dimasukkan kedalam mulut yang direbut oleh ayahnya.

Khalifah Umar Abdul Azis hanya berdiam diri mendengar kata kata adiknya ini. Hatinya sendiri ketika itu sedang gelisah. Dia terpaksa memilih antara keridhaan Allah dengan keinginan anak kesayangannya. Dia memilih mengutamakan keridhaan Allah.

Selesai kerjanya di baitulmal, Khalifah Umar pulang segera ke rumah. Ditemui anak bungsunya yang sedang lucu lucunya, dan dia memeluk dan mencium buah hatinya, tapi dia mencium harumnya buah apel pada mulut si bungsu anaknya, Khalifah Umar segera memanggil Isterinya , Fatimah.

“Wahai Fatimah, darimana kamu dapatkan buah apel untuk anak kita?” Tanya Khalifah Umar bin Abdul Azis.

“Anak itu sedang kelaparan tadi siang , dan ia ingin sekali memakan buah apel, lalu akhirnya saya belikan sebuah di pasar, apel itulah yang dimakannya untuk menahan rasa laparnya.” Jawab Fatimah.

Dengan wajah lapang dan sambil menangis Khalifah Umar bin Abdul Azis pun bercerita kejadian tadi siang terkait dengan anak bungsunya dan ia berkata,”Wahai isteriku Fatimah, ketika saya merebut buah apel itu dari mulut anak kita, sungguh, saya merasakan seperti merengut jantung saya sendiri. Tetapi apa daya karena saya sangat takut akan api neraka yang akan membakar anak kita, jadinya saya rebut buah apel itu dari mulutnya.

Begitulah seorang hamba Allah, seorang Khalifah , mu’min ,muttaqin, yang mencontohkan kehati hatiannya , yang mengharapkan seluruh keluarga bahkan rakyatnya untuk mencapai surga Allah, beliau sangat khawatir barang barang haram memasuki aliran darah di keluarganya.

Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan pemimpin dan pejabat Negara ini…bagaimana dengan keturunan mereka? Apakah menikmati hasil atau harta harta Negara atau fasilitas Negara yang di atur atur…Ya Allah lindungi kami dan keluarga kami, para pemimpin kami , para ustadz kami, dan seluruh kaum muslim agar kami dan mereka memperhatikan apa apa rezeki yang dinikmatinya.

Sumber

 

Iklan

Pendidikan Berbasis Akhlak sebagai Pendidikan Karakter

Oleh: Dr. H. Ulil Amri Syafri, MA.

(Sekretaris Program Studi Pendidikan Islam UIKA Bogor)

Saat ini, pendidikan karakter menjadi ’trending topic’ dalam dunia pendidikan setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyinggung hal tersebut. Gagasan pendidikan karakter yang sedang didegungkan pemerintah ini haruslah memiliki arah dan tujuannya yang jelas. Dengan arah yang jelas, implementasi di lapangan menjadi mudah dilaksanakan. Sebaliknya bila tidak jelas, maka jangankan hasil dari proses pendidikan tersebut, implementasinya saja mengalami kendala. Karena itu memahami pendidikan karakter khususnya dalam Islam menjadi penting.

Pendidikan Islam, menurut Muhammad Fadhil Al-Jamaly, merupakan upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untuk maju berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan yang menjadi tujuannya. Karena itu, bisa dikatakan bahwa pendidikan dalam ranah Islam bisa dimaknai upaya manusia untuk melahirkan generasi yang lebih baik, generasi yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Sedangkan karakter menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), berarti sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti. Menurut Pusat Bahasa Depdiknas karakter, memiliki makna bawaan hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak. Adapun makna berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak. Bila dikaitakan dengan Islam, dapat disimpulkan bahwa individu yang berkarakter baik adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Melihat makna pendidikan dan karakter di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah proses membentuk akhlak, kepribadian dan watak yang baik, yang bertanggung jawab akan tugas yang diberikan Allah kepadanya di dunia, serta mampu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Karena itu dalam Islam, pendidikan karakter adalah pendidikan agama yang berbasis akhlak. Islam melihat pentingnya membentuk pribadi muslim dengan nilai-nilai yang universal.

Konsep akhlak dalam Islam merupakan konsep hidup yang mengatur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitarnya dan manusia dengan manusia itu sendiri. Keseluruhan konsep-konsep akhlak tersebut diatur dalam sebuah ruang lingkup akhlak. Menurut Muhammad Abdullah Darrâz, konsep ruang lingkup akhlak sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia mulai dari hubungan manusia kepada Allah maupun hubungan manusia kepada sesamanya.

Itulah karakter yang sebenarnya, bukan karakter yang mudah berubah-ubah. Berubah-ubahnya watak dan kepribadian seseorang menunjukan lemahnya karakter. Perubahan-perubahan perilaku manusia ini disebabkan pendidikan yang didasarkan pada nilai-nilai relatif yang terus berkembang. Jika ingin menanamkan karakter yang tak lekang dengan waktu, maka harus menggunakan referensi yang juga tak lekang dan universal, dan ini ada pada konsep akhlak dalam Islam.

Sumber

Sigmund Freud

Sigmund Freud, pemula cikal bakal psikoanalisa, dilahirkan tahun 1856 di kota Freiberg yang kini terletak di Cekoslowakia, tetapi tadinya termasuk wilayah Kerajaan Austria. Tatkala dia berumur empat tahun, keluarganya pindah ke Wina dan di situlah dia menghabiskan hampir seluruh hidupnya. Freud seorang mahasiswa yang jempolan di sekolahnya, meraih gelar sarjana kedokteran dari Universitas Wina tahun 1881. Selama sepuluh tahun berikutnya dia melakukan penyelidikan mendalam di bidang psikologi, membentuk staf klinik psikiatri, melakukan praktek pribadi di bidang neurologi, bekerja di Paris bersama neurolog Perancis kenamaan Jean Charcot dan juga bersama dokter Josef Breuer orang Wina.

Gagasan Freud di bidang psikologi berkembang tingkat demi tingkat. Batu tahun 1895 buku pertamanya Penyelidikan tentang Histeria terbit, bekerja sama dengan Breuer. Buku berikutnya Tafsir Mimpi terbit tahun 1900. Buku ini merupakan salah satu karyanya yang paling orisinal dan sekaligus paling penting, meski pasar penjualannya lambat pada awalnya, tetapi melambungkan nama harumnya. Sesudah itu berhamburan keluar karya-karyanya yang penting-penting, dan pada tahun 1908 tatkala Freud memberi serangkaian ceramah di Amerika Serikat, Freud sudah jadi orang yang betul-betul kesohor. Di tahun 1902 dia mengorganisir kelompok diskusi masalah psikologi di Wina. Salah seorang anggota pertama yang menggabungkan diri adalah Alfred Adler, dan beberapa tahun kemudian ikut pula Carl Yung. Kedua orang itu akhirnya juga menjadi jagoan ilmu psikologi lewat upaya mereka sendiri.

Freud kawin dan beranak enam. Pada saat-saat akhir hidupnya dia kejangkitan kanker pada tulang rahangnya dan sejak tahun 1923 dan selanjutnya dia mengalami pembedahan lebih dari tiga puluh kali dalam rangka memulihkan kondisinya. Meski begitu,dia tetap menemukan kerja dan beberapa karya penting bermunculan pada tahun-tahun berikutnya. Di tahun 1938 Nazi menduduki Austria dan si Sigmund Freud yang sudah berusia 82 tahun dan keturunan Yahudi itu dipaksa pergi ke London dan meninggal dunia di sana setahun sesudahnya.

Sumbangsih Freud dalam bidang teori psikologi begitu luas daya jangkauannya sehingga tidak gampang menyingkatnya. Dia menekankan arti penting yang besar mengenai proses bawah sadar sikap manusia. Dia tunjukkan betapa proses itu mempengaruhi isi mimpi dan menyebabkan omongan-omongan yang meleset atau salah sebut, lupa terhadap nama-nama dan juga menyebabkan penderitaan atas bikinan sendiri serta bahkan penyakit.

Freud mengembangkan teknik psikoanalisa sebagai suatu metode penyembuhan penyakit kejiwaan, dan dia merumuskan teori tentang struktur pribadi manusia dan dia juga mengembangkan atau mempopulerkan teori psikologi yang bersangkutan dengan rasa cemas, mekanisme mempertahankan diri, ihwal pengkhitanan, rasa tertekan, sublimasi dan banyak lagi. Tulisan-tulisannya menggugah kegairahan bidang teori psikologi. Banyak gagasannya yang kontroversial sehingga memancing perdebatan sengit sejak dilontarkannya.

Freud mungkin paling terkenal dalam hal pengusulan gagasan bahwa gairah seksual yang tertekan sering menjadi penyebab penting dalam hal penyakit jiwa atau neurosis. (Sesungguhnya, bukanlah Freud orang pertama yang mengemukakan masalah ini meski tulisan-tulisannya begitu banyak beri dorongan dalam penggunaan lapangan ilmiah). Dia juga menunjukkan bahwa gairah seksual dan nafsu seksual bermula pada saat masa kanak-kanak dan bukannya pada saat dewasa.

Berhubung banyak gagasan Freud masih bertentangan satu sama lain, amatlah sulit menempatkan kedudukannya dalam sejarah. Dia merupakan pelopor serta penggali, dengan bakat serta kecerdasan luar biasa yang menghasilkan pelbagai gagasan. Tetapi, teori-teori Freud (tidak seperti Darwin atau Pasteur) tak pernah berhasil peroleh kesepakatan dari masyarakat ilmuwan dan teramat sulit mengatakan bahwa bagian-bagian mana dari gagasannya yang akhirnya dapat dianggap sebagai suatu kebenaran.

Lepas dari pertentangan yang berkelanjutan terhadap gagasan-gagasannya, tampaknya sedikit sekali yang meragukan bahwa Freud merupakan tokoh menonjol dalam sejarah pemikiran manusia. Pendapat-pendapatnya di bidang psikologi sepenuhnya telah merevolusionerkan konsepsi kita tentang pikiran manusia, dan banyak gagasan serta istilah-istilahnya telah digunakan oleh umum-misalnya: ego, super ego, Oedipus complex dan kecenderungan hasrat mau mati.

Memang betul, psikoanalisa merupakan cara penyembuhan yang teramat mahal dan amat serius dan pula tidak berhasil apa-apa. Tetapi, juga betul teknik itu meraih sukses-sukses besar. Para psikolog di masa depan berkesimpulan bahwa keinginan seksual yang tertekan akan semakin penting peranannya dalam tingkah laku manusia daripada anggapan para penganut faham Freud. Tetapi, gairah ini sudah pasti punya saham besar dari anggapan sebagian psikolog sebelum Freud. Begitu pula, mayoritas psikolog kini yakin bahwa proses mental bawah-sadar memegang peranan yang menentukan dalam tingkah laku manusia, sesuatu hal yang diremehkan orang sebelum Freud.

Freud memang bukan psikolog pertama, dan dalam jangka panjang mungkin tidak akan dianggap orang yang gagasan-gagasannya sebagian besar mendekati kebenaran. Namun, dia sudah jelas tokoh yang paling berpengaruh dan paling penting dalam perkembangan teori psikologi modern dan pandangan-pandangannya yang punya arti sangat besar di bidangnya menyuguhkan kepadanya hak untuk tercantum dalam urutan cukup tinggi dalam daftar buku ini.

Sumber: Michael H. Hart, Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.

Tanda-tanda Matinya Hati!

Inilah Tanda-tanda Matinya Hati
Hati (Ilustrasi)

Oleh:

Ustaz Muhammmad Arifin Ilham



Hati adalah tempat mangkalnya berbagai perasaan, tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian, serta muara bagi keimanan dan kekufuran.

Hati juga sumber kebahagiaan jika sang pemiliknya mampu membersihkan berbagai kotorannya yang berserakan, namun sebaliknya ia merupakan sumber bencana jika sang
empunya gemar mengotorinya.

Hati yang kotor hanya akan menyebabkan kapasitas ruangnya menjadi pengap, sumpek, gelap, dan bahkan mati. Jika sudah mati seluruh komponen juga akan turut mati. Dalam makna yang sama, Abu Hurairah RA berkata, “Hati ibarat panglima, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika panglima itu baik maka akan baik pulalah tentaranya. Jika raja itu buruk maka akan buruk pula tentaranya.”

Pada akhirnya kita bisa mengenali dalam keadaan apa hati seseorang itu mati. Di antaranya adalah pertama, taarikush shalah, meninggalkan shalat dengan tanpa uzur atau tidak dengan alasan yang dibenarkan oleh syar’i. (QS Maryam [19]: 59).

Imbas dari seringnya meninggalkan shalat adalah kebiasaan memperturutkan hawa nafsu. Dan, kalau sudah demikian, dia akan menabung banyak kemaksiatan dan dosa. Ibnu Mas’ud menafsirkan kata ‘ghoyya’ dalam ayat tersebut dengan sebuah aliran sungai di Jahanam (neraka) yang makanannya sangat menjijikkan. Bahkan, tempatnya sangat dalam dan diperuntukkan bagi mereka yang membiarkan dirinya larut dalam kemaksiatan.

Kedua, adz-dzanbu bil farhi, melakukan kemaksiatan dan dosa dengan bangga. Alih-alih merasa berdosa dan menyesal, justru si pemilik hati yang mati, ia teramat menikmati kemaksiatan dan dosanya. (QS al-A’raf [7]: 3).

Ketiga, karhul Qur’an, benci pada Alquran. Seorang Muslim, jelas memiliki pedoman yang menyelamatkan, yaitu Alquran. Tapi, justru ia enggan berpedoman dan mencari selamat dengan kitab yang menjadi mukjizat penuntun sepanjang zaman ini. Bahkan, ia membencinya dan tidak senang terhadap orang atau sekelompok orang yang berkhidmat dan bercita-cita luhur dengan Alquran.

Keempat, hubbul ma’asyi, gemar bermaksiat dan mencintai kemaksiatan. Nafsu yang diperturutkan akan mengantarkan mata hatinya tertutup, sehingga susah mengakses cahaya Ilahi. Sehingga, ia lebih senang maksiat daripada ibadah.

Kelima, asikhru, sibuk hanya mempergunjing dan buruk sangka serta merasa dirinya selalu lebih suci. Keenam, ghodbul ulamai, sangat benci dengan nasihat baik dan fatwa-fatwa ulama. Berikutnya, qolbul hajari, tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, alam kubur, dan akhirat.

Selanjutnya, himmatuhul bathni, gila dunia bahkan tidak peduli halal haram yang penting kaya. Anaaniyyun, masa bodoh terhadap keadaan dan urusan orang lain. Keluarganya menderita, dia tetap saja cuek. Al-intiqoom, pendendam hebat, al-bukhlu, sangat pelit, ghodhbaanun, cepat marah, angkuh, dan pendengki. Na’udzubillah. Semoga kita semua dijaga dari hati yang mati.

 

Sumber

Air, Benda Mati Itu Hidup

Air, Benda Mati Itu Hidup
Air minum

Dulu waktu SD, saya diajarkan sebuah pelajaran tentang konsep benda mati dan benda hidup. Jelas sekali disebutkan bahwa selain manusia, binatang dan tumbuhan; semuanya adalah benda mati.

Logika itu melekat terus sampai SMP,  hingga akhirnya saya membaca buku “winnetou” Indian suku Apache yang gagah berani. Dalam buku tersebut terselip budaya Indian yang mempercayai bahwa benda-benda seperti angin, gunung dan sebagainya itu mempunyai spirit. Imajinasi saya pun melayang-layang, kemudian saya sering berkhayal berdialog dengan awan di langit. Dan semua saya beri nama, sampai sepatu saya pun, saya beri nama “si Gemuk”, persis seperti kebiasaan suku Indian di dalam buku tersebut.

Kemudian waktu berselang. Pendek cerita Ustaz doddy membawa buku tentang penelitian DR Masaru Emoto, tentang air. Menarik sekali karena air yang kita minum atau air apapun juga, jika kita katakan kepada air tersebut “kamu bodoh”, maka reaksi dari air tersebut setelah diteliti molekulnya berubah menjadi buruk. Dan jika dikatakan “mari bekerja” molekulnya akan lebih baik daripada jika dikatakan “kerjakan!”

Dan yang lebih mencengangkan lagi, air juga bereaksi terhadap doa. Jika air didekatkan dengan doa maka molekulnya berubah menjadi heksagonal dan berwarna emas. Dalam penelitian fenomenal ini , DR Masaru Emoto menyimpulkan bahwa kita, manusia sebaiknya berbaik-baik terhadap air, dan karena manusia 70 persen terdiri dari air, maka menurut DR tersebut otomatis kita harus berucap kata yang santun terhadap manusia. Karena jika tidak molekul air didalam tubuhnya akan berubah menjadi buruk dan akan membawa dampak pengaruh orang itu akan menjadi marah.

Rasullullah SAW dengan ketinggian ilmunya 14 abad yang lalu menyatakan kepada Aisyah RA; “Wahai Aisyah, jika engkau ingin minum hendaklah mengucapkanlah Bismillah, dan jika air itu mengalir ke dalam perutmu dan tidak terjadi apa-apa ucapkanlah Alhamdulillah”.

Artinya Rasul sangat mengerti bahwa air itu makhluk Allah, yang ketika kita mengucapkan Bismillah maka air itu akan tunduk kepada kita, karena kita meminta izin langsung kepada pemilik semesta alam, yang menciptakan air tersebut. Dan dalam hadis lain Rasul SAW bersabda; “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam”.(HR Bukhari)  Artinya sesama manusia kita tidak diperbolehkan mengeluarkan kata-kata yang dapat menyakitkan orang lain. Subhanallah.

Barulah saya menyadari bahwa Islam telah jelas menyatakan 14 abad yang lalu, bahkan jauh dari sebelum itu bahwa seluruh yang diciptakan Allah disebut dengan makhluk Allah SWT. Dan mereka bertasbih kepada Allah, yang artinya mereka semuanya hidup.  Sebagaimana ayat “Bertasbih kepada-NYA apa yang ada di langit dan di bumi.” (QS Al Hasyr [QS 59;24]).

Seluruh makhluk Allah bertasbih, gugusan bintang (al buruj), bintang (an Najm), bumi ( Al ard), gunung (jabal), angin, awan seluruhnya yang ada di langit dan dibumi semua bertasbih kepada Allah. Dan saat ini mereka ditundukkan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Hal itu sebagaimana ayat;“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripadaNYA…”. Surat Al Jatsiyah (QS 45:13).

DR Masaru Emoto meneliti air tersebut karena dia mengalami suatu penyakit di kakinya yang sulit sekali disembuhkan, dan dia tercengang karena dengan basuhan air yang di “treatment” tersebut kakinya bisa sembuh. Berarti tidak mengherankan jika fenomena air doa yang sering kita lihat atau bahkan alami disekitar kita. Banyak sekali penyembuhan lewat air yang didoakan, mungkin pendekatan logikanya mirip dengan penelitian DR Masaru Emoto tersebut. Namun tetaplah Allah SWT yang Maha menyembuhkan dan atas seizin Allah kesembuhan itu terjadi. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis:

“Setiap penyakitada obatnya. Bila penyakit dikenai obat, niscaya akan sembuh atas izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Imam Ahmad, Bukhari dan Ibnu Majah).

Rasulullah juga mengajarkan banyak doa kesembuhan yang diriwayatkan dalam berbagai hadis, yang antara lain:

“Ya Allah, Tuhan sekalian manusia, hilangkanlah penyakit ini karena hanya Engkaulah Maha Penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkannya kecuali ijin Engkau.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian jika kita lebih jauh membahas air, ternyata air yang ada didunia ini adalah air yang sama dengan air dari zaman Nabi Nuh. Karena beberapa ulama menyebutkan air pada zaman Nabi Nuh ditambahkan langsung oleh Allah SWT dari langit, sehubungan peristiwa air bah atau banjir besar pada zaman Nabi Nuh AS.

Namun setelah itu air itu mempunyai water cycle dengan sangat teratur; pertama hujan turun, kemudian air yang ada di gunung, bukit, semua mengalir, yang didalam tanah menjadi air tanah, yang diatas menjadi mata air, mengalir ke air terjun, sungai sampai terus bermuara ke laut. Lalu terjadi evaporasi atau penguapan air, yang kemudian butir-butir air akan menjadi hujan lagi. Begitulah penjelasan sederhananya. Karena itulah mungkin pemahamannya bahwa air bisa bereaksi hampir kepada seluruh bahasa. Wallahu a’lam

Subhanallah wal hamdulillah, satu lagi tabir yang terbuka setelah sekian banyak tabir yang Alloh bukakan kepada kita. Dan lewat ilmu pengetahuan, kita semakin dapat memahami tanda-tanda kebesaran Alloh Azza wa Jalla.

Sebagaimana ayat: “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu benar. Dan apakah Rabb-mu tidak cukup (bagi kamu), bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu” (QS. Fushilat, 41 : 53)

Setelah membaca dan mengkaji tentang air ini, kemudian sambil masih mencoba mengendapkan informasi tentang air, mulut ini bergumam, “Subhanallah, ternyata air, benda mati itu hidup”.

Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun yang mendengarkan, karena yang lebih baik disisi ALLAH adalah yang mengamalkannya.

Ustaz Erick Yusuf: Pemrakarsa Training iHAQi (Integrated Human Quotient)
Twitter: @erickyusuf

 

Sumber

Ternyata Perilaku Kita Dipengaruhi Bakteri Yang Ada di Dalam Usus

Ribuan bakteri hidup dalam usus manusia. Selain memberikan manfaat, keberadaan bakteri-bakteri itu, terkadang juga merugikan manusia.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, bakteri dalam usus dapat mempengaruhi perilaku manusia.

Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti dari Universitas McMaster, bakteri dalam usus bisa mempengaruhi zat kimia dalam otak dan mempengaruhi perilaku manusia. Temuan ini sangat penting, karena jenis penyakit perut, termasuk iritasi usus besar, sering dikaitkan dengan kegelisahan atau depresi.

Di samping itu, ada juga spekulasi yang mengatakan masalah psykologi, seperti gejala autisme, dikaitkan dengan bakteri yang terkandung dalam usus.

“Hasil yang menakjubkan memberikan dorongan untuk melakukan penelitihan lebih jauh terhadap komponen mikroba penyebab penyakit perilaku,” kata profesor pengobatan dan peneliti dari Michael G. DeGroote School of Medicine, Stephen Collin seperti dilansir medindia.net, Jumat 20 Mei 2011.

Collin dan asistennya, Premysl Bercik melakukan penelitian di Institut Penelitian Kesehatan Pencernaan Keluarga Farncombe (Inggris).

Dalam penelitian itu, ditemukan bahwa dalam usus masing-masing orang terdapat sekitar 1.000 bakteri trillium yang hidup dengan nyaman, dan selaras dengan kehidupan manusia. Bakteri ini melakukan sejumlah fungsi penting terhadap kesehatan, yaitu menyerap energi dari makanan, melindungi terjadinya infeksi, dan menyediakan nutrisi untuk sel dalam usus.

Namun, jika ‘kehidupan nyaman’ bakteri-bakteri itu mengalami gangguan, akan berdampak pula pada kondisi manusia. Setiap gangguan dapat mengancam kondisi jiwa, seperti infeksi usus besar akibat antibiotik.

Untuk membuktikan bakteri dapat mempengaruhi perilaku, peneliti mengambil seekor tikus yang bebas bakteri, kemudian memberinya bakteri dari tikus yang memiliki perilaku agresif.

Hasilnya, setelah diberi bakteri tikus yang berperilaku agresif, tikus yang bebas bakteri dan semula diam itu berubah menjadi agresif dan lebih berani.

Penelitian yang sama juga menunjukkan tikus yang semula agresif menjadi pasif ketika diberi bakteri dari tikus yang berperilaku pasif.

Sementara itu, penelitian sebelumnya fokus pada peranan bakteri pada perkembangan awal otak. Collin mengatakan penelitian terakhir ini mengindikasikan meskipun banyak faktor yang menentukan perilaku, sifat dan stabilitas bakteri dalam usus dapat mempengaruhi tingkah laku dan setiap gangguan. Baik gangguan yang disebabkan oleh anti biotik atau infeksi, mungkin akan menyebabkan perubahan perilaku.

Sumber

Fobia (Ketakutan Berlebihan)

Pernahkah Anda merasa sangat ketakutan ketika melihat seekor ular atau laba-laba, atau mungkin anda merasa sangat takut dan tidak nyaman ketika sedang berada di dalam lift atau  berada di ruangan  yang sempit.  Bahkan  terkadang anda mengalami ketakutan pada sesuatu yang sebenarnya tidak menakutkan. Hati-hati mungkin anda mengidap penyakit kejiwaan yang biasa disebut sebagai fobia.

Penyakit ketakutan (fobia) adalah kecemasan yang luar biasa, terus menerus dan tidak realistis, sebagai respon terhadap eksternal tertentu.

Fobia dapat menghambat kehidupan seseorang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan takut seorang yang mengidap Fobia sulit dimengerti. Para pengidap Fobia biasanya menghindari keadaan-keadaan yang bisa memicu terjadinya kecemasan atau menjalaninya dengan penuh tekanan.
Biasanya setiap orang (yang normal) memilikui kemampuan untuk mengatasi rasa takut yang dihadapinya. Namun jika seseorang terus menerus berhadapan dengan subjek fobia maka hal tersebut dapat menyebabkan fiksasi.
Fiksasi adalah suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci, yang disebabkan oleh ketidak-mampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan perasaan takutnya. Hal lain yang dapat menyebabkan fiksasi adalah trauma yang ekstrim seperti sewaktu kecil pernah terjebak dalam lift atau pernah dilukai oleh binatang tertentu.
Fobia secara garis besar digolongkan menjadi 2 macam yaitu:
  1. Fobia Spesifik.
      Fobia jenis ini merupakan jenis fobia yang sering terjadi. Contoh dari fobia ini misalnya takut pada binatang, takut pada ketinggian dan sebagainya. Penderita fobia spesifik biasanya mengatasi ketakutannya dengan cara menghindari benda atau keadaan yang membuatnya takut.
    2. Fobia Sosial
Fobia jenis ini biasanya si penderita akan mengalami kecemasan yang berlebihan jika berhadapan dengan situasi sosial atau menghadapinya dengan penuh tekanan.

Keadaan yang sering memicu terjadinya kecemasan pada penderita fobia sosial adalah :

– Berbicara di depan umum

– Tampil di depan umum

– Makan di depan orang lain.

– dsb.

Jenis fobia sosial yang lebih umum ditandai dengan kecemasan pada situasi sosial. penderita fobia sosial menyeluruh biasanya merasa bahwa penampilannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, mereka akan merasa terhina atau dipermalukan.
Di bawah ini merupakan jenis-jenis fobia :

Takut Air – Hydrophobia,

Takut Agama – Theologicophobia,

Takut Alat Kelamin – Kolpophobia,

Takut Aliran Udara – Aerophobia,

Takut Alkohol – Methyphobia / Potophobia,

Takut Amnesia – Amnesiphobia,

Takut Anggur – Oenophobia,

Takut Angin – Ancraophobia,

Takut Angka – Arithmophobia,

Takut Angka 13 – Triskaidekaphobia,

Takut Angka 8 – Octophobia,

Takut Anjing – Cynophobia,

Takut Anjing Laut – Lutraphobia,

Takut Anus – Rectophobia,

Takut Api – Arsonphobia,

Takut Api – Pyrophobia,

Takut Awan – Nephophobia,

Takut Ayam – Alektorophobia,

Takut Ayan – Hylephobia,

Takut Badut – Coulrophobia,

Takut Bahan Kimia – Chemophobia,

Takut Bangunan Tinggi – Batophobia,

Takut Banjir – Antlophobia,

Takut Bapak Tiri – Vitricophobia,

Takut Batu Nisan – Placophobia,

Takut Bau Badan – Bromidrosiphobia,

Takut Bau Bauan – Olfactophobia,

Takut Bau Busuk – Autodysomophobia,

Takut Bawa Mobil – Amaxophobia,

Takut Bawang Putih – Alliumphobia,

Takut Bayangan – Sciaphobia,

Takut Bebas – Eleutherophobia,

Takut Belanda – Dutchphobia,

Takut Benang – Linonophobia,

Takut Benda di Sebelah Kanan – Dextrophobia,

Takut Benda di Sebelah Kiri – Levophobia,

Takut Berantakan – Ataxophobia,

Takut Berbicara – Laliophobia,

Takut Bercinta – Malaxophobia,

Takut Bercinta – Sarmassophobia,

Takut Berdosa – Hamartophobia,

Takut Berfikir – Phronemophobia,

Takut Berita Baik – Euphobia,

Takut Berjalan – Stasibasiphobia,

Takut Berjanji – Enissophobia,

Takut Berkotbah – Homilophobia,

Takut Berlarut – Apeirophobia,

Takut Bersenggama – Coitophobia,

Takut Bertanggung Jawab – Hypegiaphobia,

Takut Binatang – Zoophobia.

Takut Binatang Liar – Agrizoophobia,

Takut Binatang Melata – Herpetophobia,

Takut Bintang – Astrophobia,

Takut Bintang – Siderophobia,

Takut Bintang Berekor – Cometophobia,

Takut Bom Atom – Atomosophobia,

Takut Boneka – Pediophobia,

Takut Boneka Bersuara Perut – Automatonophobia,

Takut Bosan – Xerophobia,

Takut Botak – Phalacrophobia,

Takut Buang Air Besar – Rhypophobia,

Takut Buku – Bibliophobia,

Takut Bulan – Selenophobia,

Takut Bulu Ayam – Pteronophobia,

Takut Bunga – Anthophobia,

Takut Bunga Es – Pagophobia,

Takut Bungkuk – Kyphophobia,

Takut Burung – Ornithophobia,

Takut Buta – Scotomaphobia,

Takut Cabut Gigi – Odontophobia,

Takut Cacing – Helminthophobia,

Takut Cacing – Scoleciphobia,

Takut Cacing Pita – Taeniophobia,

Takut Cacing Pita Babi – Trichinophobia,

Takut Cahaya – Photophobia,

Takut Cahaya dari Utara – Auroraphobia,

Takut Caplak – Phthiriophobia,

Takut Cemburu – Zelophobia,

Takut Cermin – Catoptrophobia,

Takut Cina – Sinophobia,

Takut Corak Baru – Cainophobia

Takut Daerah Perbatasan – Claustrophobia,

Takut Daging – Carnophobia,

Takut Dagu – Geniophobia,

Takut Danau – Limnophobia,

Takut Darah – Hemaphobia,

Takut Debu – Amathophobia,

Takut Debu – Koniophobia,

Takut Demam – Febriphobia,

Takut Demam – Fibriophobia,

Takut Demo – Daemonophobia,

Takut dengan Seks – Erotophobia,

Takut Dewa – Zeusophobia,

Takut Di dalam Rumah – Oikophobia,

Takut di Ejek – Katagelophobia,

Takut di Hipnotis – Hynophobia,

Takut Di pandang – Opthalmophobia,

Takut Diabaikan – Athazagoraphobia,

Takut Dibatasi – Merinthophobia,

Takut Dibenci – Melophobia,

Takut Dicekik – Pnigophobia,

Takut Dicuri – Cleptophobia,

Takut Dihukum – Mastigophobia,

Takut Dihukum Berat – Rhabdophobia,

Takut Dikubur Sendirian – Taphephobia,

Takut Diluar Ruangan – Spacephobia,

Takut Dingin – Cheimaphobia,

Takut Dingin – Psychrophobia,

Takut Dinilai Negatif – Socialphobia,

Takut Diracun – Toxicophobia,

Takut Dirampok – Harpaxophobia,

Takut Disentuh – Aphenphosmphobia,

Takut Disentuh – Chiraptophobia,

Takut Disentuh – Haphephobia,

Takut Disuntik – Trypanophobia.